Postingan

Asmara Selat Malaka

Gambar
Oleh : Taring Dari Pelabuhan Batu Ampar Aku mengarungi Selat Malaka Menuju Pelabuhan Belawan Sunset dan Sunrise perhiasan laut biru Sesaat lagi Ramadhan segera beranjak Perahu raksasa dipenuhi perindu kampung halaman Aku tidak hanya sekedar itu Ada misi dalam menutup masa lajangku Omak... aku kembali pada mu Adik – adik... aku datang untuk kalian Tanah Deli... sambutlah pijakanku Setelah dua musim aku tinggalkan Aku pulang tidak sendiri Aku bawakan kalian bingkisan bernyawa Yang kelak akan menemani hidupku Yang kelak mampu menerima kita Maha Pengatur Langkah... Mempertemukan kami di garis depan negeri Setelah enam bulan aku mendidik si putih abu - abu Setelah enam semester ia mendidik si putih biru Di raga kami mengalir darah Sumatera Au halak batak ... Inyo urang minang Asam dan garam telah menyatu di pulau yang menghadap ke Tumasik Perahu besi ini terlalu besar untuk ku lukiskan Sejak kecil aku sudah menatap k...

NIKAH DUA KALI

Gambar
Pernikahan Ayah (Adam Lubis) dan Omak (Fathiah Hasibuan) sebelum aku dilahirkan. Oleh : Hakim Syah Reza Lubis             1995, pagi yang cerah di Pagarangan Tonga, cuaca disini sangat sejuk dan segar, berbeda jauh dengan di Medan yang panas, banyak deru dan polusi dari asap kendaraan bermotor. Wajar saja berbeda karena Medan merupakan ibu kota Sumatera Utara yang terletak di dataran rendah, sedang tempat aku berada saat ini terletak di kaki Gunung Sorik Marapi. Perkampungan ini merupakan bagian administartif dari Kabupaten Tapanuli Selatan, namun sejak tahun 1999 setelah mengalami pemekaran, resmi menjadi bagian Kabupaten Madina. Madina tidak pakai “h” di ujungnya, kalau itu adanya di Jazirah Arab, banyak yang keliru, termasuk aku saat masih SD, Madina akronim dari Mandailing Natal. Secara zona geologis Pulau Sumatera, medan berada di Zona Timur dengan topografi landai, sedang Pagarangan Tonga berada di Zona Barat deng...

Susu Dua Wanita

Oleh: Taring Wanita pertama menyapaku Busananya tampak elegan Merayuku dengan susu Kalau miliknya lebih spesial dari yang lain Wanita kedua menghampiriku Busananya juga tak kalah menawan Menggodaku dengan susu Kalau miliknya lebih berpengalaman dari yang sebelumnya Demi pelanggan kalian gesit memikat Menawarkan keunggulannya masing - masing Merendahkan kelemahan yang lainnya Sebagai penglaris demi kelancaran transaksi Adakah ucapan kalian seputih susu? Bersih dan tanpa noda Buktikan saja kepadaku Setiaku hanya pada satu pilihan Susu - susu kalian tampak begitu indah Susu - susu kalian terlihat amat segar Aku menyaksikannya dari luar Apakah sama bila sudah ku coba? Aku benar - benar butuh susu Bukan hanya karena kenikmatanya Bukan hanya karena tampilannya mauku hanya pada yang  high quality Ucapan kalian memang semanis susu Berkata manis demi keuntungan bisnis Ucapan kalian memang selembut susu Berkata lembut agar pengunjung manut Batam, Minggu...

Senyum Tanpa Rupa

Gambar
Oleh : Taring Wajah - wajah itu... Sudah tidak utuh lagi Setengah masih terbuka Setengah lagi sudah tertutup Ku tahu ada senyum yang kau tebar Intuisiku masih menangkap pancaran itu Walau tak mampu melihat ketulusannya Mungkinkah itu senyum tanpa rupa? Mata - mata itu... Selalu menatap ke arahku Seakan menaruh kenal yang mendalam Tak ubahnya dengan diriku Sampai kapan kita seperti ini? Sampai ini menjadi hal yang biasa? Hingga semua menganggap asing Wajah yang enggan dibalut hijab Kelak senyuman akan luntur tersapu waktu Terendap lama dibalik pembungkusnya Hingga bibir mulai tersadar Untuk apa lagi aku tersenyum? Batam, 16 april 2020.

Pedagang Kue Keliling

Oleh : Hakim Syah Reza Lubis             Tahun 1999. Aku masih duduk di kelas 3 SD dan sedang dimanjakan oleh suasan liburan semester 1. Alhamdulillah aku meraih rangking 1, pasti ayah bangga bila beliau sudah kembali ke Medan. Saat itu telepon belum mampir ke rumah kami dan masih menjadi barang yang dimilki oleh beberapa kalangan, sehingga aku tidak bisa mengatakan “Yah... hakim dapat peringkat 1”. Sebagai anak kecil yang lasak, biasanya kalau musim liburan ayah masih kerja di Aceh, akan aku manfaatkan untuk bermain ke sana – ke mari sepuasnya. Mulai dari berenang di Sungai Deli, main – main ke Rel Bunting, mencari tutup botol minuman bersoda, mendeteksi Kueni yang jatuh dari pohon, hingga berburu Ikan Gobi di parit. Sungai Deli merupakan urat nadi yang melalui Kota Medan, membentang dari Dataran Tinggi Karo hingga bermuara ke Selat Malaka. Menurutku saat itu bila ada anak laki – laki yang belum meyentuh air Sungai Deli,...