Postingan

Syukur Bumi Lewat Penanaman Pohon

Gambar
  Mahasiswa pecinta alam dari Universitas Ibnu Sina yang kerap disebut dengan Mapais, selenggarakan ‘Syukur Bumi’ lewat kegiatan penanaman bibit pohon di salah satu titik DTA (Daerah Tangkapan Air) Waduk Sei Ladi yang merupakan salah satu sumber kebutuhan air bersih masyarakat Kota Batam pada hari minggu, 5 Maret 2022 kemarin.   Syukur Bumi merupakan kegiatan rutin Mapais yang diselenggarakan setahun sekali, kegiatan yang merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tersebut menghadirkan UPB (Unit Pengelolaan Bendungan) yang berada di bawah Badan Pengusahaan Batam dan KPHL Batam selaku penyedia bibit.   Di awal acara, pihak KPHL memberikan pengarahan terlebih dahulu mengenai teknik penanaman yang baik dan benar, mulai dari penggalian lubang hingga pelepasan bibit dari polybag . Mereka berharap agar mengikuti teknik-teknik yang telah disampaikan dan terus melakukan pemantauan serta perawatan terhadap bibit-bibit yang sudah ditanam.   Seban...

Hongkong hingga Austria

  Kamis, 19 Desember 2013. Berada di sampingnya membuat ku senang, punya kenalan baru tentunya banyak cerita baru yang ku dapat. Ia duduk di sebelah kananku, sesekali betisnya yang lebih putih dari punyaku, bahkan lebih mulus, bersentuhan dengan betisku yang dibungkus celana jeans panjang berwarna biru. Meski kami berbeda bangsa dan ras, namun kami sama-sama menyukai music and traveling . Tiada yang tahu, apakah kami akan dipertemukan lagi setelah ini? yang jelas kami mengabadikan moment dengan berfoto bersama. Kelak, bila ingin melihat wajahnya, aku tidak perlu repot-repot untuk menghayal. *** Dari pintu gerbang Pelabuhan Ulee Lheue, kami arahkan langkah menuju loket. Beberapa informan mengatakan bahwa ada dua tipe keberangkatan kapal menuju Sabang, short time dan long time . Via cepat menggunakan kapal express dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dan dikenakan tarif sebesar Rp. 65.000 , sedangkan via lambat menggunakan kapal Ferry dengan waktu tempuh sekitar 2 jam ...

Rumah Makan Kita

     Sabtu, 21 Desember 2013.             Pelabuhan sudah tampak dari sini, masih ada waktu sekitar dua jam lagi sebelum keberangkatan kapal ke Pelabuhan Ulee Lheue. Perut sudah mengintruksikan otak agar segera mencari rumah makan. Saat berjalan beberapa meter, tampak di sisi kanan jalan warung kopi yang sedang dihadiri para bapak, tidak ramai memang, sekitar tiga orang, mereka duduk terpisah, ditemani rokoknya masing-masing.             Setelah berkompromi, dengan hasil keputusan ini menjadi penampilan terakhir sebelum penyebrangan, kami menepi dan meminta izin kepada empunya warung. Ku mainkan gitar sebagai pertanda intro lagu, Fuad mengringi dengan shaker , kami mulai bernyanyi.             Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan         Sayang engkau tak duduk ...