FROM ZERO TO ZERO - Simulasi di Simpang Patimpus
Oleh: Hakim Syah Reza Lubis Dari kiri ke kanan; aku, fuad, dona di lapangan blang padang banda aceh, desember 2013. foto: Adhelia. Akhirnya angkot berlabuh di Simpang Patimpus, tempat dimana sehari-harinya aku menjadi penghibur para pengguna angkot, mulai dari angkot 104, 103, 20, 48, 54, 65, MRX (Medan Raya Express), Desa Maju, hingga Sudako (Sumatera Daihatsu Company). Aku ceritakan sedikit mengenai tanggapan pengamen-pengamen disini tentang angkot-angkot yang melewati Simpang Patimpus. Berdasarkan survei, disini ada angkot yang sangat digemari dan yang sangat tidak digemari, angkot yang sangat digemari bahkan menjadi primadonanya para pengamen disini adalah angkot 65 dan Desa Maju, karena penumpangnya tidak pelit-pelit dan ramah-ramah. Berbeda dengan angkot 20 yang mendapat nominasi “Angkot Terpelit Sepanjang Masa” versi pengamen patimpus, selain didominasi oleh penumpang-penumpang yang katanya pelit, juga dikarenakan kecuekan yang membatu. Lantas kami keluar dari...